PERINGATI HUT REPUBLIK INDONESIA KE-74 RSU Syifa Medika Mengadakan Berbagai lomba-lomba 17an

Pada peringatan 17 Agustus, masyarakat Indonesia biasanya disibukkan dengan berbagai macam kegiatan terkait momen tersebut.
Kegiatan yang sudah menjadi tradisi yakni berbagai perlombaan, memasang bendera, mengecat jalan kampung, syukuran, hingga upacara bendera.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) di RSU Syifa Medika Banjarbaru, seluruh karyawan staff RSU Syifa Medika mulai dari perawat, staff manajemen sampai dokter juga ikut berpartisipasi dalam rangka memeriahkan HUT-RI tersebut. Begitu juga halnya dengan perayaan HUT-RI ke 74 tahun 2019 ini. Diawali dengan pembukaan acara yang disampaikan oleh Bapak Ir. Agus Irman, M.M selaku perwakilan direktur RSU Syifa Medika Banjarbaru. Selesainya acara dibuka maka mulailah perlombaan pertama yaitu lomba tarik tambang, Lomba-lomba yang diadakan antara lain seperti tarik tambang, balap karung, makan kerupuk dan banyak lagi perlombaan lainnya. Perlombaan tersebut diadakan di halaman belakang RSU Syifa Medika Banjarbaru pada hari Jumat (16/8).

“Perlombaan ini bertujuan untuk membina dan menjalin rasa kekeluargaan antar staff karyawan” ujar Bapak Agus Irman. Selain itu “melalui berbagai perlombaan yang kita laksanakan, diharapkan akan timbul rasa kekompakan dan kerjasama tim sehingga akhirnya dapat meningkatkan produktifitas kerja” ujar Rudi Alpianoor yang juga merupakan panitia acara perlombaan tersebut.
Semarak Hari Kemerdekaan RI ke–74 mengusung tema semangat perjuangan dengan tagline “SDM Maju Indonesia Unggul ” diwujudkan dengan kegiatan kerja bhakti membersihkan halaman dan pekarangan sekitar kantor. Acara kerja bhakti tersebut dilaksanakan beberapa hari sebelum perayaan HUT RI ke-74 dilaksanakan.

Berbagai rangkaian acara peringatan HUT-RI ke-74 tahun 2019 merupakan wadah untuk menjalin silaturahmi antar karyawan di RSU Syifa Medika Banjarbaru. Penekanan akan pentingnya kebersihan di tempat kerja/ruangan dan lingkungan kerja adalah demi terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas dari faktor penyebab penyakit. Karenanya, setiap seorang pekerja dituntut untuk selalu peduli terhadap ruangan tempat kerja terlebih ruang kerja sendiri.

SELAMAT HARI JADI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

dirgahayu 69th provinsi Kalimantan Selatan

Peringatan Hari Jadi tahun ini, diharapkan dapat menjadi momentum kebersamaan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam mensukseskan Visi KAL-SEL yaitu MAPAN (MANDIRI DAN TERDEPAN) LEBIH SEJAHTERA, BERKEADILAN, BERDIKARI DAN BERDAYA SAING, saya dr. Sophia Yustina selaku direktur RSU Syifa Medika Banjarbaru mengucapkan selamat Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan yang Ke-69 , Barakat Tugul Banua Unggul .

Berikan ASI untuk Tumbuh Kembang Optimal

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun. Pemberian ASI merupakan pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak.

Bukan rahasia lagi, bahwa anak yang mendapatkan ASI Eksklusif dan pola asuh yang tepat akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak mudah sakit. Selain itu, pemberian ASI mampu mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak sehingga diharapkan akan menjadi anak dengan ketahanan pribadi yang mampu mandiri.

Setiap minggu pertama bulan Agustus selalui diperingati Pekan ASI Sedunia. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI lanjutan secara optimal hingga 2 tahun atau lebih merupakan hal mutlak untuk meningkatan kesehatan bayi.

Menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu. Angka kematian bayi menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara, dan bahkan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa. Salah satu cara untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan memberikan makanan terbaik, yaitu air susu ibu (ASI). Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mengurangi hingga 13 persen angka kematian balita.

Studi dari The Global Breastfeeding Collective, pada 2017 menunjukkan bahwa satu negara akan mengalami kerugian ekonomi sekitar $300 milyar pertahun akibat rendahnya cakupan ASI Eksklusif yang berdampak pada meningkatnya risiko kematian ibu dan balita serta pembiayaan kesehatan akibat tingginya kejadian diare dan infeksi lainnya.

Pemerintah terus berkomitmen memberikan pembinaan dan dorongan kepada para ibu agar berhasil dalam inisiasi menyusu dini (IMD), memberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja sampai usia 6 bulan), dan meneruskan pemberian ASI sampai berumur 2 tahun atau lebih didampingi makanan pendamping yang tepat. Selain itu, Kemenkes juga menyuarakan agar anak senantiasa mendapat pola pengasuhan yang tepat untuk tumbuh kembang yang optimal.

Aksi bersama diperlukan untuk mencapai sasaran World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50% pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pada tahun 2025. Berbagai hambatan yang dihadapi untuk dapat menyusui secara optimal, salah satu yang terbesar adalah kurangnya dukungan bagi orang tua di tempat kerja.

Keberhasilan menyusui merupakan upaya bersama, membutuhkan informasi yang benar, dan dukungan kuat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan ibu dapat menyusui secara optimal. Meskipun menyusui adalah keputusan ibu, namun akan lebih baik adanya dukungan kuat dari para ayah, keluarga, teman, tempat kerja dan masyarakat. Karena menyusui melibatkan ibu dan pendukung terdekatnya atau ayah, sehingga dibutuhkan perlindungan sosial orangtua yang adil gender terkait dengan menyusui menjadi sangat penting.

Perlindungan sosial orangtua yang adil gender mencakup beberapa hal, seperti cuti hamil/melahirkan bagi ibu, bahkan cuti berbayar, serta dukungan tempat kerja dapat membantu menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk dapat menyusui, baik pada sektor kerja formal maupun informal.

Pekan ASI Sedunia 2019 difokuskan pada kebijakan dan peraturan tentang perlindungan sosial orangtua, tempat kerja ramah orangtua dalam sektor formal dan informal, dan nilai-nilai ramah orangtua dan norma sosial kesetaraan gender.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan Pekan ASI Sedunia tahun ini diharapkan seluruh pihak turut berperan serta dalam upaya pemberdayaan keluarga, terutama ayah dan ibu agar ibu dapat menyusui sesuai rekomendasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak.

”Dengan mendukung setiap ibu agar berhasil menyusui akan berkontribusi pada pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” kata Dirjen Kirana.

Rangkaian kegiatan Pekan ASI Sedunia 2019 akan diselenggarakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Kegiatan itu berupa kampanye tentang ASI, workshop, seminar, talkshow, dan lomba terkait ASI.

”Sehubungan dengan hal tersebut, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan Pekan ASI Sedunia tahun 2019, yang pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu untuk dapat melaksanakan praktik menyusui di rumah, tempat kerja, maupun di lingkungan sekitar ibu,” ucap Dirjen Kirana.

Sumber : http://www.depkes.go.id/article/view/19080800004/berikan-asi-untuk-tumbuh-kembang-optimal.html

Chat kami..
Butuh Bantuan ?
Hai, Ada yang bisa kami bantu?...