Tentang Novel CoronaVirus (NCOV)

1. Virus corona merupakan virus jenis apa, penularan melalui apa?

  • Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS
  • Penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas.
  • Untuk 2019-nCoV masih belum jelas bagaimana penularannya, diduga dari hewan ke manusia karena kasus-kasus yang muncul di Wuhan semuanya mempunyai riwayat kontak dengan pasar hewan Huanan

2. Seperti apa tanda-tanda virus ini, gejalanya?

  • Gejalanya demam >380 C, batuk, sesak napas yang membutuhkan perawatan di RS. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung

3. Bagaimana mengantisipasi penularan virus corona?

  • Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di pintu masuk negara, baik di bandara, pelabuhan maupun lintas batas darat negara.
  • Di pintu masuk negara terutama yang ada akses langsung dengan Wuhan atau Cina, mengaktifkan penggunaan thermal scanner sebagai deteksi awal gejala demam pada pelaku perjalanan yang masuk. Jika ada yang “tertangkap” dengan alat ini maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan jika perlu dirujuk ke RS rujukan untuk perawatan lebih lanjut.

4. Dampak yang ditimbulkan akibat virus corona?

  • Untuk 2019-nCoV, dari kasus-kasus yang ditemukan saat ini, dampaknya tidak terlalu besar dan angka kematiannya kecil (hingga tanggal 19 Januari 2020 terjadi 2 kematian dari 198 kasus yang dilaporkan di Wuhan). Hingga saat ini WHO belum memberlakukan travel restriction untuk Wuhan. Namun demikian tetap harus diwaspadai karena sumber penularan dan perkembangan virus ini masih belum jelas
  • Berbeda dengan MERS dan SARS yang juga disebabkan oleh corona virus, dimana kedua penyakit ini mempunyai dampak yang sangat besar baik dalam sektor kesehatan maupun sosial ekonomi dunia

5. Apakah sudah ada laporan terkait virus corona di indonesia?

  • Hingga saat ini belum ada laporan terkait virus corona di Indonesia

6. Bagaimana Kesiap-siagaan Indonesia dalam antisipasi virus ini?

  • Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota, RS Rujukan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengahdapi kemungkinan masuknya penyakit ini
  • Bandara2 di seluruh Indonesia terutama yang mempunyai penerbangan langsung dari Cina, meningkatkan kewaspadaan diantaranya dengan mengaktifkan thermal scanner, memberikan health alert card dan KIE pada penumpang
  • Akan dilakukan simulasi kesiapan yang akan meli mengantisipasi jika penyakit ini masuk ke Indonesia
  • Penyebaran KIE kepada masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada terhadap penyakit ini

7. Himbauan untuk warga seperti apa?

  • Agar tidak panik dan tetap waspada.
  • Bila melakukan perjalanan ke Cina terutama Kota Wuhan:
  1. Menerapkan PHBS dengan sering mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan mengandung alkohol
  2. Menghindari kontak dengan hewan, pasar hewan dan agar tidak mengonsumsi daging mentah atau daging hewan liar
  3. Menghindari kontak dengan orang sakit
  4. Jika mengalami gejala2 demam dan gangguan pernapasan, menghindari keluar rumah kecuali untuk berobat, segera berobat, gunakan masker dan menerapkan etika bersin/batuk
  5. Bila gejalanya muncul saat sudah kembali ke tanah air, agar segera berobat dan menyampaikan riwayat perjalanannya kepada dokter

Source : https://www.kemkes.go.id/

Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) 1 Maret 2020

Situasi Terkini :

  • Total kasus konfirmasi COVID-19 global per tanggal 29 Februari 2020 adalah 85.503 kasus, 79.394 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR, dan Taipei), dengan 83,5% kasus konfirmasi dari Cina berasal dari Provinsi Hubei
  • Total kematian 2.924 kasus (CFR 3,42%), 2.838 diantaranya dilaporkan dari Cina.
  • Kasus konfirmasi yang dilaporkan di 53 negara di luar negara Cina, sebanyak 6.009 kasus dengan 86 kematian di 6 negara (Filipina, Jepang, Republik Korea, Perancis, Iran, dan Italia).
  • Dari 6.009 kasus yang dilaporkan di 53 negara di luar negara Cina, 28 kasus (0,46%) merupakan tenaga kesehatan.
  • Dari 53 negara di luar negara Cina yang melaporkan kasus konfirmasi COVID-19, 17 negara diantaranya merupakan negara yang melaporkan terjadinya transmisi lokal.

Informasi lain :

  • Negara terjangkit yang melaporkan adanya transmisi lokal ada 18 negara yaitu Cina, Singapura, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, UK, Uni Emirat Arab, Australia, Iran, Italia, Spanyol, Kroasia, dan San Marino. Sedangkan negara lain hanya melaporkan kasus import dari Cina (Memiliki riwayat bepergian ke Cina) dan atau belum ada transmisi lokal di negaranya. Daftar negara ini dapat berubah setiap harinya mengikuti perkembangan data dan informasi yang didapatkan.
  • Dua negara melapokan kasus COVID-19 pertama yaitu negara Mexico dan San Marino.
  • Penilaian risiko COVID-19 menurut WHO di tingkat Regional dan Global sejak 28 Februari 2020 menjadi Sangat Tinggi.
  • Dari 331 orang yang diperiksa dan negatif COVID-19, 188 orang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) World Dream yang saat ini sedang diobservasi.

source : http://infeksiemerging.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-1-maret-2020/#.Xl2vYqgza71

Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) 18 Februari 2020

Berikut perkembangan kasus Coronavirus Disease (COVID-19), menggunakan sumber data WHO tanggal 18 Februari 2020.

Situasi Terkini :

  • Total kasus konfirmasi COVID-19 global per tanggal 17 Februari 2020 adalah 71.429 kasus, 70.635 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR, dan Taipei), dengan 82% kasus konfirmasi dari Cina berasal dari Provinsi Hubei
  • Total kematian 1775 kasus (CFR 2,5%), 1772 diantaranya dilaporkan dari Cina.
  • Kasus konfirmasi yang dilaporkan di 25 negara di luar negara Cina, sebanyak 794 kasus dengan 3 kematian. Kematian ketiga diluar Cina, dilaporkan di Perancis. Individu ini adalah seorang turis dari Cina yang mengunjungi Perancis.
  • Dari 794 kasus yang dilaporkan di 25 negara di luar negara Cina, 26 kasus terdeteksi tanpa gejala, 23 negara melaporkan kasus dengan paparan di Cina, dan 156 kasus di 14 negara tidak memiliki riwayat perjalanan ke Cina.

Informasi lain :

  • Negara terjangkit menurut WHO ada 15 negara yaitu Cina, Singapura, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, UK, Spanyol, Uni Emirat Arab, Australia, dan Mesir. Sedangkan negara lain hanya melaporkan kasus import dari Cina (Memiliki riwayat perjalanan ke Cina) dan belum ada transmisi lokal di negaranya. Daftar negara ini dapat berubah setiap harinya mengikuti perkembangan data dan informasi yang didapatkan.

Mengenal Virus Corona

Virus jenis ini biasanya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, khusus kasus ini, penularan terjadi dari manusia ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada beberapa virus Corona yang diketahui beredar pada hewan dan belum ditularkan ke manusia.

WHO mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat di Jenewa, Swiss, untuk menentukan apakah wabah ini perlu ditingkatkan ke level darurat.
Tanda-tanda umum infeksi Corona adalah demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernapas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan kematian. Virus dapat menyebar dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin, atau kontak dekat. Orang yang kebetulan berdekatan dengan objek yang tertempel virus juga bisa terinfeksi.

Meskipun tidak ada obat khusus untuk Corona, langkah-langkah pengobatan yang disarankan mirip dengan flu, yaitu istirahat dan minum banyak cairan.

Sources: https://tirto.id/eujB

Survei Verifikasi Pertama Akreditasi SNARS Edisi 1

Pada tanggal 6 Desember s.d 7 Desember 2019 Rumah Sakit Umum Syifa Medika melaksanakan kegiatan survei verifikasi pertama akreditasi SNARS edisi 1 yang dihadiri oleh Ibu Ria Eviyantini Sitorus, S.Kp, M.Kep, Sp. KMB selaku surveior.

Pelatihan Early Warning System (EWS) RSU Syifa Medika Banjarbaru

Pelatihan bertemakan Early Warning Score System (EWS) yang di sampaikan oleh dr. Agustina Rahmah, MM bertujuan untuk memfasilitasi beberapa aspek manajemen pada kondisi kritis dan juga untuk mengelola situasi klinis baik secaea mandiri bahkan kolaborasi dalam perawatan antara staf medis, keperawatan atau kebidanan .
Early warning score system adalah sebuah sistem skoring fisiologis yang umumnya digunakan untuk pasien dewasa sebelum pasien mengalami kondisi kegawatan.

Chat kami..
Butuh Bantuan ?
Hai, Ada yang bisa kami bantu?...